TORAJA – Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Toraya menggelar pelatihan jurnalistik bagi pemuda adat jelang pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VII di Toraya pada Maret 2027 mendatang.
Pelatihan jurnalistik yang berlangsung selama dua hari 8-9 Mei 2026 di wilayah adat Pali’, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan ini bertujuan untuk mencetak Jurnalis Masyarakat Adat yang memiliki kemampuan di bidang informasi dan media.
Pelatihan diikuti belasan orang peserta dari perwakilan komunitas adat di Toraja. Peserta belajar materi dasar jurnalistik, teknik wawancara, penulisan berita, teknik mengambil gambar hingga pengelolaan media digital. Mereka juga langsung melalukan praktek lapangan.
Ketua Pelaksana Harian AMAN Daerah Toraja, Romba’ Marannu Sombolinggi menyatakan pelatihan ini bertujuan mendorong pemuda adat lebih aktif menyuarakan isu-isu Masyarakat Adat melalui karya jurnalistik.
Menurutnya, pelatihan jurnalistik ini menjadi langkah penting untuk memperkuat peran pemuda adat dalam menyampaikan informasi dari perspektif Masyarakat Adat.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton di era digital, tetapi juga mampu menyuarakan realitas Masyarakat Adat secara kritis dan bertanggung jawab,” kata Romba’ Marannu Sombolinggi dalam sambutannya saat membuka pelatihan jurnalistik.
Romba berharap melalui pelatihan jurnalistik ini, lahir para jurnalis muda handal dari komunitas Masyarakat Adat yang mampu menjadi corong informasi sekaligus menjaga identitas budaya Toraja di tengah perkembangan era digital. Para jurnalis juga dapat membantu menuliskan kisah-kisah menarik dari kampung jelang KMAN VII nanti.
Armilianti, salah satu peserta pelatihan dari wilayah adat Bau, Kecamatan Bonggakaradeng menyambut baik kegiatan ini.
“Kegiatannya sangat positif, memberikan kami pelajaran tentang jurnalistik untuk menyampaikan berbagai informasi yang ada wilayah adat kami,” terangnya. (*)
Penulis : Jusiska Sa’pangallo

